Image of Chasing The Phantom

Chasing The Phantom


Pertunjukan musik ini menampilkan repertoar musik karya Dewa Alit yaitu Ngejuk Memedi, Likad, dan Siklus. Ngejuk Memedi berasal dari pengalaman Dewa Alit sebagai komposer yang melihat bagaimana masyarakat Bali masih memegang kepercayaan tradisional terhadap keberadaan mistik, seperti hantu atau roh yang disebut “memedi”. Ngejuk Memedi juga tentang perjalanan Dewa Alit dalam menangkap unsur-unsur baru ekspresi musik, seperti sistem pelarasan alat musik Salukat yang awalnya dirancang oleh Dewa Alit dengan mengeksplorasi sistem musik tradisional Bali dan Barat.

Musik
Chasing The Phantom
Penampil : Gamelan Salukat
Komposer: Dewa Alit
Selasa dan Rabu | 20-21 Agustus 2024 | 20:00 WIB
Teater Salihara
Durasi : 45 menit

PROFIL
Dewa Alit dilahirkan dari keluarga seniman di Bali. Ia telah menciptakan komposisi musik sejak remaja dan saat ini diakui baik secara nasional maupun internasional sebagai komposer klasik kontemporer untuk gamelan dan nongamelan. Karya-karyanya telah dipentaskan oleh grup dari dalam dan luar negeri, termasuk Talujon Percussion, New York, dan Ensemble Modern, Frankfurt. Album Chasing the Phantom (Black Truffle, 2022) terpilih sebagai salah satu “the year’s top releases” oleh The Wire dan The New York Times untuk kategori contemporary classical. Pada 2007 ia mendirikan grup Gamelan Salukat dan mempergunakan sejenis instrumen gamelan baru yang dirancang sendiri oleh Dewa Alit.


Ketersediaan

20241111DigitalTersedia

Informasi Detail

Jenis
DIGITAL VIDEO
Tanggal/Tahun
Penerbit Komunitas Salihara
Tempat Terbit Jakarta
Keterangan
Musik | SIPFest | Orde Seni Baru | 2024
Penanda

Lampiran


Koleksi


Buku


Arsip