Pentas Ceramah: 50 Tahun Seni Peran di Jalur Olahraga Kesehatan
Landung Simatupang akan berbagi tentang perjalanan 50 tahun kegiatan seni peran sebagai kegemaran yang bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Pun tentang pengalamannya bergiat dalam grup teater yang menyikapi seni peran dan pementasan teater sebagai hobi alih-alih potensi mata pencarian atau karier. Seni peran dan pergelaran teater dalam kerangka penyikapan seperti itu tidak harus selalu diasosiasikan dengan ke-instan-an (instantness) jika menyangkut proses, dan asal-asalan atau “amatiran” jika menyangkut hasil. Publik (penonton) adalah bagian integral dari seni peran dan pergelaran teater, baik yang harga tiket masuknya tinggi, supertinggi, maupun gratisan. Maka publik sangat perlu diperhatikan, dipertimbangkan. Publik gratisan pun membelanjakan waktu mereka untuk menonton pertunjukan.
Berdasarkan 50 tahun pengalaman pribadi, akting sangat bisa terpaut kuat dengan ekspresi verbal. Ini menjadi dorongan mengolah pembacaan/penyuaraan teks menjadi pertunjukan yang bertumpu pada keaktoran, didukung unsur-unsur artistik seperti lazimnya pergelaran teater.
PENTAS CERAMAH
50 Tahun Seni Peran di Jalur Olahraga Kesehatan
Penampil: Landung Simatupang
Moderator: Hendromasto Prasetyo
Selasa dan Rabu, 13 & 14 Agustus 2024 | 20:00 WIB
Teater Salihara
Durasi 45 menit
PROFIL
Yohanes Rusyanto Landung Laksono Simatuandung Simatupang atau Landung Simatupang adalah seniman yang tinggal dan bekerja di Yogyakarta. Ia dikenal sebagai aktor teater maupun film, sutradara, sastrawan, dan penerjemah yang mulai berkarya sejak 1971 hingga kini. Landung banyak mengerjakan karya alih wahana dari sastra ke panggung dalam bentuk pentas baca atau pembacaan dramatik. Karya-karya sastrawan terkemuka Indonesia seperti Umar Kayam, Sindhunata, Danarto, Hamsad Rangkuti, Kuntowijoyo, Ayu Utami dan Pramoedya Ananta Toer telah ia alihwahanakan menjadi pertunjukan panggung. Demikian pula yang dilakukannya terhadap beberapa fragmen kakawin Arjuna Wiwaha karya Mpu Kanwa dari abad ke-11 yang diterjemahkan dari bahasa Kawi oleh I. Kuntara Wiryamartana. Sejak enam tahun lalu ia mendapat tugas dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi Ketua Tim Pengembangan Sandiwara Radio Bahasa Jawa yang kemudian memunculkan penulis-penulis baru lakon drama audio berbahasa Jawa dari berbagai lapisan sosial dan usia di masyarakat. Pada 2014 majalah Tempo memilihnya sebagai Tokoh Seni 2013 bidang seni pertunjukan yang merujuk pada pentas baca naskah tentang Diponegoro dan penyutradaraannya bersama Teater Garasi untuk lakon End Game.
Ketersediaan
| 20240919 | Digital | Tersedia |
Informasi Detail
| Jenis |
DIGITAL VIDEO
|
|---|---|
| Tanggal/Tahun | 13 Agustus 2024 |
| Penerbit | Komunitas Salihara |
| Tempat Terbit | Jakarta |
| Keterangan |
Pentas Ceramah | SIPFest | Orde Seni Baru | 2024
|
| Penanda |