Kesetaraan Radikal dan yang Tertindas
Sabtu, 12 Agustus 2023 | 15:15 WIB
Galeri Salihara
Jacques Rancière salah satu filsuf Prancis terpenting saat ini. Ia terlibat demonstrasi Mei 1968 di Paris yang dimotori kaum kiri dan anarkis. Sejak itu ia mengembangkan pemikirannya, antara lain tentang kesetaraan radikal dan disensus sebagai sifat pokok demokrasi. Melalui pemikirannya, seminar mencoba menjawab pertanyaan: Bagaimana melihat demokrasi setelah apa yang terjadi di masa ini? Apa model pendidikan yang terbaik? Bagaimana seni mengemansipasi? Juga mengenai pascahumanisme dan kecerdasan buatan.
Dalam seminar ini, Syarif Maulana membawakan makalahnya yang terpilih dari Undangan Menulis Seminar Membaca Pemikiran Jacques Ranciere: Politik, Seni, dan Pembebasan berjudul "Boal dan Ranciere: Sebuah Interseksi" sementara Clemens Dion membawakan makalah dengan judul "Ranciere's The Ignorant Schoolmaster: Guru yang tidak Tahu dan tidak Menjelaskan Sesuatu". Setelah pembicara membawakan makalahnya masing-masing, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi.
Profil
Clemens Dion menyelesaikan pendidikan sarjana di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta. Ia melanjutkan studi magister di London School of Economics and Political Science bidang Philosophy of Science. Sekarang menjadi peneliti di Center for Indonesia Taxation Analysis.
Syarif Maulana adalah inisiator Kelas Isolasi, mahasiswa doktor di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta, dan pengajar di Fakultas Filsafat, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Buku yang ditulisnya antara lain tiga jilid Kumpulan Kalimat Demotivasi (2020-2022), Nasib Manusia: Kisah Awal Uzhara, Eksil di Rusia (2021), dan Seni Berfilsafat Bersama Anak (2023).
A. Setyo Wibowo adalah dosen tetap di STF Driyarkara, Jakarta. Ia meraih Baccalaureat Teologi di Universitas Gregoriana, Roma, Italia (1999). Ia menyelesaikan studi Filsafat S2 (2001), DEA (2003) dan S3 (2007) di Université Paris-1, Panthéon-Sorbonne, Paris, Prancis. Beberapa buku termutakhirnya antara lain Paideia: Filsafat Pendidikan-Politik Platon (2017), Gaya Filsafat Nietzsche (2017), Ataraxia: Bahagia Menurut Stoikisme (2019) dan Platon: Lakhes (Tentang Keberaian) (2021). Ia juga menerbitkan Filokomik (2020), terjemahan buku komik filsafat dari bahasa Prancis ke bahasa Indonesia.
Ketersediaan
| 202401032 | Digital | Tersedia |
Informasi Detail
| Jenis |
DIGITAL VIDEO
|
|---|---|
| Tanggal/Tahun | 12 Agustus 2023 |
| Penerbit | Komunitas Salihara |
| Tempat Terbit | Jakarta |
| Keterangan |
Seminar | Mon Amour | LIFEs | 2023
|
| Penanda |