Manusia, Mesin, Bahasa: Deleuze, Guattari, Dsb
Sabtu, 12 Agustus 2023 | 13:30 WIB
Galeri Salihara
Jacques Rancière: “Algoritma tidak melakukan disensus.” Algoritma tidak melakukan tindakan politik dan estetik. Setujukah kita? Bagaimana jika kita menggunakan filsuf Prancis lain seperti Deleuze dan Guattari? Dewasa ini ada luapan antusiasme maupun kekhawatiran terhadap kemajuan AI. Apakah kita harus menyambut arus pascahumanisme atau mempersoalkannya, atau keduanya sekaligus?
Profil
Goenawan Mohamad, dikenal sebagai penulis esai,penyair dan kritikus sastra. Ia juga menulis lakon di antaranya Karna, Tan Malaka, Gundala Gawat dan Visa. Selain 15 jilid buku Catatan Pinggir, ia juga menerbitkan buku dan membahas karya para pemikir seperti Adorno, Jean-Luc Marion, Nietzsche, Umberto Eco dan terakhir Albert Camus (Albert Camus: Tubuh dan Sejarah, 2021). Goenawan Mohamad juga melukis dan membuat dua ceritaa untuk wayang kulit. Pameran karya seni rupa terakhirnya Kitab Hantu dipamerkan di ARTJOG 2023-Motif: Lamaran.
Martin Suryajaya, meraih gelar doktor di bidang filsafat dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara. Ia mengajar di Sekolah Pascasarjana, Institut Kesenian Jakarta, dan konsultan kebijakan di Direktorat Jenderal Kebudayaan. Beberapa bukunya adalah Sejarah Estetika (Gang Kabel, 2016) yang memenangi penghargaan Best Art Publication dari Art Stage 2017 dan novel Kiat Sukses Hancur Lebur (Banana, 2016). Buku-buku terbarunya adalah Terdepan, Terluar, Tertinggal (Anagram, puisi, 2020), Principia Logica (Gang Kabel, disertasi, 2022) dan Penyair sebagai Mesin (Gang Kabel, esai, 2023).
Ketersediaan
| 202310242 | Digital | Tersedia |
Informasi Detail
| Jenis |
DIGITAL VIDEO
|
|---|---|
| Tanggal/Tahun | 12 Agustus 2023 |
| Penerbit | Komunitas Salihara |
| Tempat Terbit | Jakarta |
| Keterangan |
Diskusi | Mon Amour | LIFEs | 2023
|
| Penanda |