Image of Klasik nan Asyik: Membaca Dini, Sitor dan Wing

Klasik nan Asyik: Membaca Dini, Sitor dan Wing


Kamis, 10 Agustus 2023 | 19:00 WIB
Galeri Salihara

Karya klasik tetap asyik. Kali ini dari Nh. Dini, Sitor Situmorang, dan Wing Kardjo. Nh Dini menikah dengan pria Prancis dan beberapa lama tinggal di negeri itu, mewarnai kekaryaannya. Sitor Situmorang pernah berkelana di Paris dan puisinya “Paris La Nuit” dikenang sebagai salah satu jejak Prancis pada kepenyairannya. Wing Kardjo banyak menerjemahkan karya Prancis sehingga menjadi jembatan kepada sastra Prancis modern.

Profil
Avianti Armand, adalah seorang arsitek, kurator, dan penulis. Ia menerima Penghargaan Sastra Khatulistiwa 2011 untuk kumpulan puisinya "Perempuan yang Dihapus Namanya" dan Penghargaan Sastra Khatulistiwa 2018 untuk "Museum Masa Kecil". Ia menulis buku arsitektur, salah satunya adalah kumpulan esai "The Other Architecture".Pada 2020, ia meluncurkan buku anak-anak bilingualnya, "The Empaty Series", yang terdiri dari: Daddy has A Secret, Granny Loves To Dance, dan One Hair One Angel. Pada 2017, bersama tiga pendiri lainnya, Avianti Armand mendirikan Yayasan Museum Arsitektur Indonesia.
JJ Rizal, adalah sejarawan yang menamatkan studinya di Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Depok,dengan skripsi tentang biografi politik Sitor Situmorang 1956-1967. Beberapa bagian skripsinya ini kemudian diterbitkan pada 2014 dalam buku Sitor Situmorang: Biografi Pendek 1934-2014. Pada 1998, ia mendirikan dan memimpin Penerbit Komunitas Bambu (Kobam) yang menggarap buku-buku tema sejarah dan pada 2006 membuat anak penerbit baru di Komunitas Bambu yaitu Masup Jakarta. Pada 2011 mendapat penghargaan Jakarta Book Awards Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Jakarta.
Zen Hae, menulis cerpen, puisi, naskah lakon, esai dan kritik sastra dan teater. Buku terbarunya adalah omnibus Rahasia Kesaktian Raja Tua (Padrao Buku Abadi, 2022) dan himpunan esai Sembilan Lima Empat (JBS, 2021). Zen adalah ko-editor untuk dua jilid The Lontar Anthology of Indonesian Short Stories dan Antologi Cerpen Indonesia (Yayasan Lontar,2017). Ia juga ko-editor untuk penerbitan BTW Book seri kedua yang diterbitkan oleh Yayasan Lontar menjelang London Book Fair 2019. Zen Hae bergiat di Komunitas Salihara sebagai Kurator Gagasan. Ia juga bergabung dengan redaksi Yayasan Lontar dan menjadi redaktur utama situs kritik sastra tengara.id


Ketersediaan

20231004DigitalTersedia

Informasi Detail

Jenis
DIGITAL VIDEO
Tanggal/Tahun
Penerbit Komunitas Salihara
Tempat Terbit Jakarta
Keterangan
Diskusi | Mon Amour | LIFEs | 2023
Penanda

Lampiran


Koleksi


Buku


Arsip