Corak Mbeling, Kata Siapa?
Rabu, 09 Agustus 2023 | 19:00 WIB
Galeri Salihara
Dua di antara gejala sastra yang muncul belakangan ini: puisi yang menghadirkan banalitas, cerita yang menyuarakan depresi dan warna gelap. Di tahun 1970-an ada gerakan Puisi Mbeling. Tapi, apakah gejala yang muncul sekitar 2020 bersifat mbeling? Cerita hantu juga bukan baru sama sekali. Jadi, apa yang baru di masa ini? Dan, haruskah sastra mutakhir ditempatkan dalam bentang sejarah sastra? Dua sesi diskusi: Corak mbeling, Kata Siapa? dan Sekilas Fiksi Merinding.
Profil
Bardjan, lahir di Bogor, 29 Januari 1994. Ia memulai kariernya sebagai penulis dan editor sejak 2016. Ia menerbitkan buku puisi perdananya Ibu Kota/Air Mata pada 2022. Terjemahan Akheiron (karya Rifki Syarani Fachry) bersama Adib Arkan akan diterbitkan oleh salah satu penerbit lokal di Philadelphia, Amerika Serikat, tahun ini.
Willy Fahmy Agiska, lahir di Ciamis, Jawa Barat, 28 Agustus 1992. Buku puisinya Mencatat Demam (Kentja Press,2018) terpilih sebagai Buku Puisi Terbaik pada sayembara buku puisi Hari Puisi Indonesia 2019. Beberapa puisinya telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan Korea. Kini ia menetap di Jakarta, bekerja sebagai manajer Atelir Ceremai, mengelola toko buku Toco-buruan.co dan media sastra Buruan.co. Buku puisi terbarunya adalah Unboxing (2023).
Hamzah Muhammad lahir di Rawamangun, Jaka Timur, 22 September 1991, bekerja sebagai copywriter, penerjemah, editor dan kurator. Buku kumpulan puisinya Hompimpa Alaium Gambreng (2022). Buku kritiknya Kuasa dan Narasi memperoleh Nominasi Penghargaan Badan Bahasa 2020.
Ketersediaan
| 202309182 | Digital | Tersedia |
Informasi Detail
| Jenis |
DIGITAL VIDEO
|
|---|---|
| Tanggal/Tahun | 09 Agustus 2023 |
| Penerbit | Komunitas Salihara |
| Tempat Terbit | Jakarta |
| Keterangan |
Puisi Mbeling, Prosa Merinding | Diskusi | Mon Amour | LIFEs | 2023
|
| Penanda |