Kelas Filsafat: Filsuf Prancis Menafsir Platon
Kelas Filsafat: Filsuf Prancis Menafsir Platon
Pengampu: A. Setyo Wibowo dan Anugrah Bayu
Jadwal:
Setiap Sabtu
04 Maret 2023, 14:00 WIB
11 Maret 2023, 14:00 WIB
18 Maret 2023, 14:00 WIB
25 Maret 2023, 14:00 WIB
Durasi: 2 jam
Tiket: Rp 400.000 (daring) | Rp 500.000 (luring)
Untuk menyambut LIFEs 2023, Kelas Filsafat kali ini hadir dengan tema “Filsuf Prancis Menafsir Platon” dan pada putaran kedua bulan Agustus akan membahas bagaimana filsuf kontemporer Prancis membahas pascamodernisme, pascastrukturalisme, historiografi, studi Islam, sastra dan feminisme.
Dalam tradisi filsafat modern, filsafat Yunani Klasik adalah sumber atau asal-muasal terpenting. Salah satu filsuf dari era Yunani Klasik yang terpenting adalah Platon (Plato). Platon adalah pemikir kuno, berasal dari 2500 tahun yang lalu dan telah ditafsirkan oleh banyak filsuf dari berbagai era—terlebih-lebih filsuf besar—tidak terkecuali oleh para filsuf Prancis kontemporer.
Adakah sebuah tafsir standar untuk Platon? Tidak ada, karena Platon menulis karyanya dalam bentuk dialog yang sangat terbuka pada tafsiran. Para filsuf kontemporer di Prancis juga membaca Platon dengan serius. Bagaimana mereka menafsirkan Platon? Uniknya, alih-alih memberi tafsir standar atas Platon, cara mereka menafsir Platon menyingkapkan tabir pemikiran mereka sendiri.
Tujuan
Memperluas perspektif, wawasan dan mendorong peserta untuk berpikir kritis.
Materi yang Dipelajari
Alain Badiou dan Platon, pengampu A. Setyo Wibowo
Alain Badiou menerjemahkan Politeia Platon ke dalam bahasa Prancis (The Republique) secara nyleneh. Ia menyadur teks Platon dengan “ngawur”, misalnya, gambaran tentang Alegori Goa tiba-tiba menjadi kisah mengenai Gedung Bioskop. Namun, isi tafsiran Badiou atas politik Platon di The Republique tetap menarik: filsuf raja bukanlah realitas (sebuah cetak biru yang tinggal diterapkan), melainkan idea untuk dipikirkan.
Jacques Derrida dan Platon, pengampu A. Setyo Wibowo
Pemikiran Derrida tentang différance yang unik bisa diberi gambaran jelas di teks Platon berjudul Timaios tentang khôra: genus ketiga di antara yang inderawi dan yang intelligibel. Derrida sendiri menulis sebuah analisis menarik atas teks Timaios ini. Derrida juga menulis analisis menarik tentang buku Platon berjudul Phaidros. Di situ, pharmakon, yang tidak bisa diterjemahkan, adalah gambaran jenis ketiga di luar oposisi biner yang mencirikan metafisika Barat
Jacques Rancière dan Platon, pengampu A. Setyo Wibowo
Pemikir demokrasi kontemporer menengarai dengan jitu rezim politik Platon sebagai archipolitique, sebuah cara berpolitik yang dilandaskan pada prinsip tertentu, yaitu pengetahuan. Alih-alih mengemansipasi rakyat, model pengetahuan sebagaimana dipraktikkan Sokrates, justru mengekalkan pembodohan. Dalam bidang seni, rezim archipolitique menekankan fungsi etis seni bagi masyarakat, sehingga seni dalam arti sebenarnya tidak muncul
Emmanuel Levinas dan Platon, pengampu Anugrah Bayu
Relasi etis dengan Liyan (l’Autre) dapat dipahami, salah satunya, lewat alegori Goa di mana Platon membicarakan The Good (Kebaikan) yang beyond being/essence. Kebaikan melampaui pengetahuan, bukan hanya karena tidak bisa kita jangkau, tetapi juga karena ia menjadi prasyarat yang membuat kita mulai bisa mengetahui.
Paket Kelas
• Makalah untuk setiap sesi;
• Sertifikat digital
Profil
A. Setyo Wibowo adalah dosen tetap di STF Driyarkara. Ia meraih Baccalaureat Teologi di Universitas Gregoriana, Roma, Italia (1999). Ia menyelesaikan studi Filsafat S2, DEA dan S3 di Université Paris-1, Panthéon-Sorbonne, Paris, Prancis pada 2000-2007. Beberapa buku termutakhirnya antara lain Paideia: Filsafat Pendidikan-Politik Platon (2017), Gaya Filsafat Nietzsche (2017), Ataraxia: Bahagia Menurut Stoikisme (2019) dan Platon: Lakhes (Tentang Keberaian) (2021). Ia juga menerbitkan Filokomik (2020), terjemahan buku komik filsafat dari bahasa Prancis ke bahasa Indonesia.
Anugrah Bayu adalah seorang peminat filsafat yang menyelesaikan studi S1 dan S2 di STF Driyarkara. Sekarang bekerja sebagai penerjemah. Ia juga salah satu pengajar program Philosophy Underground di Komunitas Utan Kayu.
Ketersediaan
| 20230327 | Digital | Tersedia |
Informasi Detail
| Jenis |
DIGITAL VIDEO
|
|---|---|
| Tanggal/Tahun | 04 Maret 2023 |
| Penerbit | Komunitas Salihara |
| Tempat Terbit | Jakarta |
| Keterangan |
Kelas Filsafat | LIFEs | Hybrid| 2023
|
| Penanda |