Sembilan Lima Empat
Bagaimana nama "Indonesia" ditemukan dan ditampilkan dalam puisi untuk pertama kalinya? Adakah hubungan puisi dengan Reformasi? Apa pula kaitan fiksi dan sejarah?
Soal-soal itu-dan soal-soal lain yang tidak kalah penting-dicoba didiskusikan dan sebisa mungkin dijawab oleh Zen Hae dalam buku kumpulan esainya Sembilan Lima Empat. Serangkaian pembicaraan yang bergerak dari tinjuan umum, sapuan-sapuan besar, ke pembahasan yang lebih terperinci, sebagai kritik sastra dan teater. Serangkaian pembacaan kritis-terkadang dengan selipan humor-terhadap karya sastra dan teater Indonesia mutakhir dan pendahulu mereka, dengan berupaya mengaitkan dinamika kepengarangan di Indonesia dengan arus yang bergerak di sekitarnya-bahkan dengan arus dunia.
Ketersediaan
| 202212092 | 814 HAE s | Book Rack | Tersedia |
Informasi Detail
| Jenis |
BUKU
|
|---|---|
| Tanggal/Tahun | Cetakan kedua,2022 |
| Penerbit | Penerbit JBS |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Keterangan |
Sepilihan Esai Sastra dan Teater
|
| Penanda |