Image of Peluncuran Pameran Daring Age of Consent

Peluncuran Pameran Daring Age of Consent


"Age of Consent"
Sebuah pameran daring yang dikurasi oleh Christine Toelle dan Luthfi Zulkifli, ditayangkan di www.galeri.salihara.org dari 19 November 2022 hinggga 28 Mei 2023. Pameran ini berfungsi sebagai wadah kovergensi di mana seniman dan audiens daring saling merespon proses dari penciptaan seni media baru. Secara langsung mengeksplorasi bagaimana proses artistik berbasis internet mempertemukan berbagai bentuk mobilitas dari empat elemen dasar: waktu, ruang, materi dan energi.

Pembukaan pameran secara daring
Sabtu, 19 November 2022
Pukul 19:00 WIB
Melalui https://bit.ly/AgeOfConsentExhibition

Pameran ini disponsori oleh Korea Foundation Jakarta

Seniman
(con)struck - Merry-Go-Round
Karya ini mengingat kembali narasi yang terfragmentasi melalui penataan ulang hierarki material dan objek juga mempertanyakan ulang kepedulian kolektif akan konsep “hadir” yang sebenarnya yang mengganggu nilai, memainkan sensasi atas material, sejarah, ingatan dan perasaan. Benda dan ruang adalah hal yang performatif. Kenangan akan benda bukan hanya menjadi milik personal namun juga tidak nyata dan pengalaman kebendaan terwujud dalam lingkup epistemologi manusia yang relatif terbatas.
What you see is what you “see”.
Profil
(con)struck merupakan proyek kolaborasi dari dua seniman asal Bandung, Eko Bambang Wisnu dan Teguh Agus Priyanto, yang dimulai sekitar tahun 2016. Ide (con)struck ini terinspirasi dari penggabungan seni retina dan non -seni retina.

Cut and Rescue
Kami Tahu Kemana Seni Lukis Indonesia Akan Kami Unggah
Cut and Rescue merespons konsep waktu dalam pameran Age of Consent, membahas cara-cara publik mewujudkan konsep waktu dan narasinya, melalui praktik-praktik banal dan sehari-hari. Kolektif seniman ini melakukan ‘cut’ dan ‘paste’ artefak yang ada melalui aktivitas yang ramah dan menarik bagi publik. Para responden mendapatkan akses pada dua karya utama: sebuah aktivitas mewarnai dan kreasi stiker yang biasa ditemukan dalam beragam aplikasi media sosial. Pada akhir pameran, Cut and Rescue akan menyusun kiriman kolase dan mempublikasikannya dalam bentuk zine.
Profil:
Cut and Rescue adalah kolektif seniman yang bekerja menggunakan ragam media, mulai dari kolase gambar dan teks, potongan suara dan video, serta aksi-aksi eksperimental dan performatif. Nama kelompok mereka secara sederhana dapat diartikan sebagai gerak cut (potong) dan save (simpan). Cut and Rescue mengambil, menyalin, dan menyimpan artefak budaya yang terjalin di sekitar masyarakat, yang selama ini dianggap banal dan dangkal.

Yim Hyun Jung - :)
:) adalah salah satu proyek Hyun Jung Yim yang berfokus pada gambar potret sebagai representasi diri dalam sistem sosial. Hyun Jung mengasumsikan dirinya sebagai tempat bergabungnya algoritma tertentu, dan mereproduksi gambar dalam batasan tersebut menggunakan data fotografi yang disajikan oleh publik. Beberapa tanda dan cerita yang tertera pada gambar-gambar itu dibaca, dikonversikan, dikeluarkan, dan diarsipkan dalam prosesnya. Setelah itu, hasil gambar ditayangkan pada ruang pameran sebagai potret yang tidak dapat dikenal –karya ini mencoba membongkar dan mengaspirasikan sebuah utopia yang setara di mana tidak ada diskriminasi.
Profil:
Yim Hyun Jung (b.1991) adalah seniman visual dari Korea Selatan. Karyanya membahas kekhawatirannya tentang keyakinan pada kognisi visual, berfokus pada tegangan dan interaksi antara gambar dan realitas, bentuk-bentuk politik gambar. Instalasinya bereksperimen dengan gambar digital, video, dan cahaya. Dari waktu ke waktu, dia juga bekerja sebagai seorang kurator independen dan pendidik, slah satu proyek kurasinya berjudul ‘Binaida Project : Moving art scene’.

Theo Nugraha - Sonik Ketengan
Sonik Ketengan merupakan edisi khusus dari Gelombang Audiozine, yaitu sebuah proyek seni yang diprakarsai oleh Theo Nugraha sejak tahun 2018. Dalam edisi kali ini berfokus kepada tema warung melalui pendekatan sound mapping dan komposisi soundscape. Warung adalah salah satu bagian penting dalam kehidupan keseharian rakyat Indonesia. Sedangkan istilah ketengan yaitu pembelian secara satuan maupun eceran dan hal ini sangat lumrah atau biasa ditemui dalam suatu transaksi di sebuah warung. Dalam proyek ini, Theo mengajak partisipan mengumpulkan jenis warung dengan metode merekam untuk saling berbagi pengalaman sonik secara ketengan selama 30 detik di berbagai lokasi warung mereka berasal.
Profil:
Theo Nugraha (l. Samarinda, April 1992) adalah seorang seniman, kurator, dan organisator dari Samarinda. Dia telah menjadi bagian dari skena eksperimen bunyi Indonesia sejak 2013. Sejauh ini, diskografinya hampir mencapai 200 buah rilisan. Selain turut menjadi pendiri dari HEX Foundation, dirinya juga ikut menggagas Extended.Asia, sebuah platform daring untuk seniman bunyi dan visual. Saat ini, ia juga bekerja sebagai salah satu kurator di Museum Kota Samarinda. Theo juga aktif dalam grup eksperimen visual dengan Milisifilem Collective, seni performans di 69 Performance Club, dan editor EXT.ASI.PLAY.

Program Publik
Public Paper (19.11.2022 - 19.03.2023)
Live Chat
Yim Hyun Jung, Sabtu 10.12.2022
Theo Nugraha, Minggu 15.01.2023
Cut and Rescue, Minggu 12.02.2023
(con)struck, Minggu 19.03.2023
Archived Cabinets (22 April 2023)


Ketersediaan

20221124DigitalTersedia

Informasi Detail

Jenis
DIGITAL VIDEO
Tanggal/Tahun
Penerbit Arcolabs dan Komunitas Salihara
Tempat Terbit Jakarta
Keterangan
Pameran Digital | Arcolabs | Universal Iteration
Penanda

Koleksi


Buku


Arsip