Image of Membaca Kitab yang

Membaca Kitab yang "Hilang": Risalah BPUPKI


Terbentuknya bangsa Indonesia tidak lepas dari gagasan dan pemikiran para tokoh-tokohnya, seperti Soekarno, Muhammad Yamin, Soepomo, Ki Bagoes Hadikoesoemo, Radjiman dan tokoh lainnya. Gagasan dan pemikiran itu terkumpul dalam risalah dan notulensi sidang BPUPKI & PPKI. Misalnya gagasan tentang perumusan Pancasila atau mengenai Piagam Jakarta. Ibarat Kitab Suci Republik Indonesia, isi naskah ini sangat penting bagi sejarah berdirinya bangsa Indonesia. Kita pantas bangga dan terharu dengan perdebatan yang terjadi di dalamnya.
Perjalanan pencatatan dan penerbitan naskah ini juga penuh lika-liku, sebelum pada 1998 setelah Reformasi, Sekretariat Negara menerbitkan edisi keempat yang lebih lengkap. Namun, adakah yang betul-betul membaca isi dari Risalah Sidang BPUPKI?

Program ini mengajak kita membaca kembali naskah Risalah BPUPKI untuk menemukan perspektif lebih kaya mengenai apa yang terjadi dalam bulan-bulan menentukan berdirinya bangsa Indonesia.

Tujuan
Melibatkan publik sebagai peserta aktif dengan membuka ruang partisipasi
Menyebarluaskan pengetahuan akan naskah BPUPKI-PPKI

Jadwal
25 sesi setiap Selasa & Kamis,
04 Oktober – 22 Desember 2022
19:00 WIB
via Zoom


Ketersediaan

20221006DigitalTersedia

Informasi Detail

Jenis
DIGITAL VIDEO
Tanggal/Tahun
Penerbit Komunitas Salihara
Tempat Terbit Jakarta
Keterangan
Sastra | Reguler | 2022
Penanda

Koleksi


Buku


Arsip