Si Binatang Jalang dan Sang Maestro
Affandi dan Chairil Anwar merupakan sedikit orang di republik ini yang sudah mencapai apa yang disebut Milan Kundera "kekekalan agung"-yaitu "kenangan terhadap seseorang dalam benak orang-orang yang sama sekali tidak dikenalnya dan juga tidak mengenalnya." Itulah kenyataan yang menggerakkan Wahyudin menulis dua puluh lima esai perihal komik, fotografi, film, sastra, dan seni rupa-terutama "Seratus Tahun Affandi", "Affandi yang Dibayangkan", "Si Bintanag Jalang dan Sang Maestro", "Si Binatang Jalang di Malang", "Perupa-Sastra," dan "Sastrawan Berseni Rupa"-di buku ini.
Ketersediaan
| 202209233 | 814 WAH s | Book Rack | Tersedia |
Informasi Detail
| Jenis |
BUKU
|
|---|---|
| Tanggal/Tahun | 2022 |
| Penerbit | Basabasi |
| Tempat Terbit | Yogyakarta |
| Keterangan |
Tentang sastra, seni rupa, komik, film, dan fotografi
|
| Penanda |