Image of Eco dan Iman

Eco dan Iman


“Hidup dan bumi jadi tampak gawat.” Manusia melihat ke dalam diri dan sekitarnya dengan waswas, menciptakan batas-batas yang ketat, yang ingin kekal dan berlaku kapan saja, “baik buat semua, keji buat semua”, disertai alasan-alasan yang berlapis-lapis. Untuk itu, manusia memikirkan dan merumuskan agama, membentuk sistem filsafat dan ideologi. Ia tak membuka ruang yang khusus untuk tiap-tiap “aku” dan “kau” yang berbeda dan berubah dan tak terduga. Ia menekan, membenam, memberat. Akhirnya, kita yang “terlalu lelah untuk mati” hidup terus, tapi “dalam ruang-ruang pemakaman”.

Tarian membebaskan diri dari itu. Ekspresi tubuh itu penting untuk menyambut hidup dengan riang, ringan hati, berani, tanpa beban, dengan tawa lepas.


Ketersediaan

2022070611128 MOH eBook RackTersedia

Informasi Detail

Jenis
BUKU
Tanggal/Tahun
Penerbit Diva Press
Tempat Terbit Yogyakarta
Keterangan
-
Penanda

Koleksi


Buku


Arsip