Dunia Tionghoa dan Peranakan Bersama Didi Kwartanada
Ketika kesusastraan pada 1920-an berada di bawah kontrol pemerintah kolonial dan rezim Balai Pustaka, kemunculan karya-karya para sastrawan Tionghoa Peranakan yang ditulis dalam bahasa Melayu Pasar dianggap sebagai “bacaan liar”. Apa yang menjadi karakter karya-karya para sastrawan Tionghoa Peranakan?
Masih dalam suasana Imlek 2021, bersama Didi Kwartanada (sejarawan) dan Ayu Utami (sastrawan), episode kali ini membahas serba-serbi karya-karya para penulis Tionghoa Peranakan dan bagaimana mereka turut membentuk keindonesiaan. Sebelum diskusi, ‘podcast’ ini juga berisi pembacaan petikan novel Drama di Boven Digoel karya Kwee Tek Hoay oleh Rizal Iwan (Kelas Akting Salihara).
Ketersediaan
| 202107012 | Digital | Tersedia |
Informasi Detail
| Jenis |
DIGITAL VIDEO
|
|---|---|
| Tanggal/Tahun | 22 Februari 2021 |
| Penerbit | Komunitas Salihara |
| Tempat Terbit | Jakarta |
| Keterangan |
Stayarthome|Spotify|Tionghoa| Didi Kwartanada | Podcast | 2021
|
| Penanda |