Image of Di Ruang-Ruang Terbuka Salihara

Di Ruang-Ruang Terbuka Salihara


Sejak penyelenggaraan Festival Salihara pertama pada 2008, kemudian menjadi Salihara International Performing-arts Festival (SIPFest), kami selalu mengundang para perupa untuk mengisi ruang-ruang terbuka Komunitas Salihara dengan karya seni rupa dan visual mereka.

Melalui katalog digital ini kamu bisa menyaksikan kembali karya-karya tersebut dalam bentuk fotografi: dari karya instalasi bambu karya Joko Dwi Avianto yang berjudul Gajah (2008); gurita raksasa karya Nus Salomo yang menempel di Teater Anjung Salihara; dan karya-karya lain yang turut memeriahkan festival selama sebulan lebih tersebut.

Since the first Salihara Festival in 2008 (later Salihara International Performing-arts Festival—SIPFest), we have been inviting artists to respond to the open spaces around Komunitas Salihara complex through visual art works.

A digital catalog will now take audiences to look back at those works through representative photographs. From Joko Dwi Avianto’s bamboo installation Gajah (2008), to Nus Salomo’s giant octopus on the wall of Teater Anjung Salihara, and many other works that have made our month-long festivals more meaningful.

Seniman/Artists:
Eko Prawoto, Hedi Hariyanto, Joko Dwi Avianto, Tromarama, Komroden Haro, Octora Chan, Nus Salomo, Purjito, Achmad Krisgatha, Gabriel Aries Setiadi, I Made Wiguna Valasara, Indyra, Theresia Agustina Sitompul, dan Meliantha Muliawan.


Ketersediaan

202010014DigitalTersedia

Informasi Detail

Jenis
CATALOGUE
Tanggal/Tahun
Penerbit Komunitas Salihara
Tempat Terbit Komunitas Salihara
Keterangan
Musim Seni Salihara | 2020 | Seni Rupa | Ruang-ruang Terbuka | Katalog Digital
Penanda

Lampiran


Koleksi


Buku


Arsip