Putri Ayudya & Muhammad Khan: Dari Dua Empu Sastra Babak 1 & 2
Di babak pertama ada pembacaan fiksi mini “Saksi” karya Sapardi Djoko Damono oleh Putri Ayudya dan puisi "Mata Penyair” karya Subagio Sastrowardoyo oleh Muhammad Khan. Temukan keseruan baru menikmati karya sastra di tengah pandemi!
Di babak kedua ada pembacaan fiksi mini “Polisi Patung” karya Sapardi Djoko Damono oleh Putri Ayudya dan puisi “Manusia Pertama di Angkasa Luar” karya Subagio Sastrowardoyo oleh Muhammad Khan.
Profil
Putri Ayudya adalah aktris film dan teater Indonesia. Ia telah bermain di belasan film, antara lain Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015), Wage (2017) dan yang terbaru adalah Mudik (2020). Di dunia teater ia dikenal sebagai pendiri dan anggota Teater Psikologi Universitas Indonesia, dan memproduksi beberapa pementasan teater, beberapa di antaranya bersama Yajugaya Art Division dalam pertunjukan K(art)ini (2017) di Galeri Indonesia Kaya. Ia pernah menjadi nominasi Aktris Terbaik pada Festival Film Indonesia 2018.
Muhammad Khan adalah aktor teater dan film Indonesia. Ia mendalami bidang akting di Jurusan Teater, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta (2009-2016). Setelah itu ia bermain di beberapa film pendek. Ia memulai debutnya di film panjang dalam film Kucumbu Tubuh Indahku (2018) karya Garin Nugroho. Melalui film itu ia pun diganjar sebagai Pemain Utama Pria Terbaik dari Festival Film Indonesia 2019.
Sapardi Djoko Damono adalah penyair, sastrawan dan guru besar sastra Indonesia. Selain puisinya yang dibaca lintas generasi, kiprah dan sumbangannya untuk sastra Indonesia juga meliputi kajian dan kritik sastra, serta penerjemahan sastra dunia ke dalam bahasa Indonesia. Ia juga menulis sejumlah cerita pendek, di antaranya termaktub dalam Pengarang Sudah Mati: Segenggam Cerita (2001). Dua cerita dalam pembacaan ini diambil dari buku tersebut.
Subagio Sastrowardoyo adalah salah satu sastrawan penting Indonesia. Setelah menamatkan studi di Fakultas Sastra dan Kebudayaan, Universitas Gadjah Mada (UGM), ia memperdalam studinya di Jurusan Sastra Bandingan, Universitas Yale, Amerika Serikat. Karya-karyanya yang banyak dikenal adalah Simphoni (kumpulan puisi, 1957), Kejantanan di Sumbing (kumpulan cerita, 1965), Keroncong Motinggo (puisi, 1975), Bakat Alam dan Intelektualisme (kumpulan esai, 1972) dan Sosok Pribadi dalam Sajak (kumpulan esai, 1980).
Tim Produksi/Production Team
Videografer/Videographer : Nosa Normanda & Fernando Aji
Editor : Nosa Normanda
Penata rias/Make up : Gummi Arya
Pembaca/Reader : Muhammad Khan & Putri Ayudya
Ketersediaan
| 202009171 | Digital | Tersedia |
Informasi Detail
| Jenis |
DIGITAL VIDEO
|
|---|---|
| Tanggal/Tahun | 16 - 30 September 20 |
| Penerbit | Komunitas Salihara |
| Tempat Terbit | Jakarta |
| Keterangan |
Musim Seni Salihara | Sastra | 2020 | Dua Empat Sastra | Youtube
|
| Penanda |