Jeng Sri (Ngangon Kaedan 3)
Di Musim Seni Salihara, Gema Swaratyagita membawakan komposisi yang memadukan suara vokal, seni pertunjukan dan alat bebunyian tak biasa seperti peralatan memasak, padi dan beras, sayur-mayur dan menanak bubur. Karya yang berjudul Jeng Sri ini adalah bagian ketiga dari Ngangon Kaedan, yaitu seri karya Gema Swaratyagita yang berbasis dongeng, setelah Dongeng Polifoni (2018) dan Dari Ruang Rahim (2019).
Profil:
Gema Swaratyagita adalah komponis, performers dan pengajar musik kelahiran Jakarta, 1984. Ia pernah berkolaborasi dengan musisi-musisi penting misalnya Doris Hochscheid & Frans van Ruth (Belanda) dan Jerome Kavanagh (Selandia Baru). Salah satu karyanya yang berjudul Dah-Dah-Dah (2015) untuk ansambel dan alat musik bambu pernah dimainkan oleh Ensemble Modern (Frankfurt) di Jerman, Indonesia dan Belanda. Selain itu sejumlah karyanya pun pernah dimainkan di Yogyakarta Contemporary Music Festival (YCMF), Festival Musik Tembi, October Meeting (Yogyakarta), Ruang Suara (Frankfurt, Jerman), Holland Festival (Amsterdam, Belanda), Pekan Komponis Indonesia dan International Gamelan Festival (Solo).
Ketersediaan
| 202009142 | Digital | Tersedia |
Informasi Detail
| Jenis |
DIGITAL VIDEO
|
|---|---|
| Tanggal/Tahun | 13 September 2020 |
| Penerbit | Komunitas Salihara |
| Tempat Terbit | Jakarta |
| Keterangan |
Musim Seni Salihara | 2020 | Musik | Gema Swaratyagita | Laring | Youtube
|
| Penanda |