Budaya Tionghoa Peranakan: Transformasi Setelah Reformasi
Pengaruh budaya Tionghoa Peranakan terlihat di semua aspek kehidupan seperti kuliner, arsitektur, bahasa, sastra, seni rupa, film dan musik di Indonesia. Fenomena ini berlangsung berabad-abad dan pada akhirnya ikut membentuk budaya Indonesia secara keseluruhan dan menjadi bagian dari keberagaman kita.
Tapi pada masa Orde Baru, ada diskriminasi terhadap masyarakat dan budaya Tionghoa yang kemudian dihapuskan oleh Abdurrahman Wahid pascareformasi. Kini situasinya berubah kembali, ketika sentimen anti-ras diembuskan demi kepentingan politik tertentu dan menimbulkan ketidaknyamanan dalam kehidupan sosial kita.
Diskusi ini mengajak publik untuk merayakan keberagaman budaya Indonesia secara inklusif.
Ketersediaan
| 202002134 | Digital | Tersedia |
Informasi Detail
| Jenis |
DIGITAL VIDEO
|
|---|---|
| Tanggal/Tahun | 1 Februari 2020 |
| Penerbit | Komunitas Salihara |
| Tempat Terbit | Jakarta |
| Keterangan |
DISKUSI | REGULER | FESTIVAL POTEHI | 2020 |20200201-Diskusi-Budaya Tionghoa Peranakan Transformasi Setelah Reformasi
|
| Penanda |