Seni sebagai Peristiwa: Pengalaman Indonesia 20 Tahun Terakhir
Diskusi: Seni sebagai Peristiwa: Pengalaman Indonesia 20 Tahun Terakhir
Selasa, 05 Februari 2013, 19:00 WIB
Seni sebagai Peristiwa: Pengalaman Indonesia 20 Tahun Terakhir
Pembicara: St. Sunardi & Hendro Wiyanto
Serambi Salihara | Terbuka untuk umum
Kesenian di Indonesia bukan semata ciptaan yang bersetia pada satu medium, tetapi menjelajah, bahkan melampaui medium yang ada dan menjelma jadi peristiwa. Dalam dua dasawarsa terakhir kita menyaksikan karya-karya seni yang berupaya melintasi genre dan ruang, keluar dari galeri dan gedung pertunjukan, merasuk ke dalam kehidupan keseharian kita.
Misalnya, video art yang memadukan antara seni rupa dan film dengan tujuan menjadikan karya itu sebagai peristiwa. Dalam pertunjukan teater kita menyaksikan adanya terobosan yang tidak lagi mengenal batas antara panggung sebagai tempat pertunjukan dan deretan kursi penonton—bahkan menjadikan stasiun kereta api sebagai panggung. Hal ini juga berlaku dalam happening art atau Kesenian Unit Desa (KUD) di Tulungagung, Jawa Timur.
Apa sebenarnya yang ingin dicapai oleh karya-karya seni seperti itu? Apakah dengan seni sebagai peristiwa proses apresiasi khalayak menjadi lebih mudah atau sebaliknya? Masih pentingkah elitisme dan keperajinan? Ikuti diskusinya bersama St Sunardi, dosen filsafat di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, dan Hendro Wiyanto, kritikus seni rupa
Ketersediaan
| 2013082617 | 13 Sen D | Digital | Tersedia |
Informasi Detail
| Jenis |
DVD
|
|---|---|
| Tanggal/Tahun | 05/02/2013 |
| Penerbit | Komunitas Salihara |
| Tempat Terbit | Jakarta |
| Keterangan |
Discussion 2013
|
| Penanda |