Luka
Wajah dan rajah naga. Sesekali plester melintang di batang hidung atau menutupi hampir seluruh wajah. Plester itu seakan hendak menutupi luka dari tatapan orang ramai. Lewat lukisan-lukisan bercorak realisme fotografis ini, Haris Purnomo mengangkat kembali metafora luka dalam seni modern di Indonesia. Namun, berbeda dari seniman lainnya, luka dalam lukisan Haris tidak kasatmata sepenuhnya. Ia hanya bisa diteropong dengan kesadaran dan pandangan kritis terhadap realitas sosial, ekonomi dan politik.
Ketersediaan
| 2014070301 | 770 PUR l | Book Rack | Tersedia |
Informasi Detail
| Jenis |
BUKU
|
|---|---|
| Tanggal/Tahun | 27/04/2014 |
| Penerbit | Komunitas Salihara |
| Tempat Terbit | Jakarta |
| Keterangan |
-
|
| Penanda |